Sumber Foto: katadata
WARTAALENGKA, CIANJUR — Dalam sepekan terakhir, Presiden Prabowo Subianto kembali menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk meningkatkan komunikasi publik. Ia meminta para menteri dan wakil menteri lebih aktif menyampaikan narasi positif terkait capaian di bidang masing-masing. Komunikasi dengan media massa juga akan diperluas agar lebih transparan.
Instruksi ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/3/2025), yang dihadiri beberapa pejabat, seperti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Usai rapat, Sudaryono menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan terhadap pola komunikasi pemerintah dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Prabowo menilai, persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah cenderung pesimistis, sehingga komunikasi harus diperbaiki agar publik mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Menurut Sudaryono, berbagai program prorakyat telah berjalan dalam lima bulan terakhir, namun masih kurang dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya penyampaian informasi yang lebih jelas dan komprehensif. "Jangan sampai masyarakat terpengaruh oleh opini-opini yang keliru," ujarnya.
Meski demikian, Sudaryono menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk membatasi kritik atau membungkam suara publik. Pemerintah tetap membuka ruang bagi kebebasan berekspresi, namun juga berhak memberikan klarifikasi dan menyampaikan fakta terkait kebijakan serta pencapaiannya.
"Pemerintah juga punya hak untuk berbicara dan menjelaskan realitas dari kerja yang telah kami lakukan," tambahnya.
Meningkatkan Interaksi dengan Media dan Masyarakat
Sebagai contoh di sektor pertanian, hasil panen saat ini cukup baik berkat distribusi pupuk yang lancar dan harga gabah yang stabil. Banyak petani menyatakan kepuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah. Untuk memperkuat narasi ini, Presiden meminta para pejabat lebih aktif berkomunikasi dengan masyarakat, termasuk melalui media massa dan media sosial.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna akhir pekan lalu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih baik. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa Presiden ingin agar masyarakat memahami tidak hanya program-program pemerintah tetapi juga tantangan yang dihadapi serta manfaat yang mereka peroleh.
"Evaluasi ini bertujuan agar pekerjaan pemerintah tetap fokus, sekaligus memperbaiki komunikasi dengan masyarakat," ujar Agus Harimurti.
Dialog Rutin dengan Publik
Selain arahan kepada kabinet, Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) juga mengambil langkah konkret dengan menggelar diskusi bersama para ekonom dan analis pasar modal mengenai kondisi perekonomian di Kompleks Istana Kepresidenan.
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO, Noudhy Valdryno, menyatakan bahwa pemerintah ingin memperkuat komunikasi dengan pelaku pasar agar kebijakan ekonomi lebih dipahami secara menyeluruh. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian di pasar dan meningkatkan kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.
Selain itu, diskusi ini juga menjadi wadah bagi pemerintah untuk menerima masukan penting, termasuk dalam merespons dinamika pasar saham. Ke depan, PCO berencana mengadakan diskusi serupa secara berkala, tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga isu-isu lainnya.
"Kami sedang menyusun mekanisme yang tepat. Yang pasti, ini bukan pertemuan terakhir. Diskusi seperti ini akan terus kami lakukan secara konsisten," kata Noudhy.
Sumber: Kompas, 24 Maret 2025
Tags
Nasional