WARTAALENGKA, Cianjur – Timnas Indonesia akan menghadapi Australia pada
kualifikasi Piala Dunia 2026, hal ini menjadi tantangan besar bagi timnas Indonesia.
Sejauh ini, Indonesia belum pernah mengalahkan Australia setelah lima kali tandang
ke Australia. Pada pertandingan ini tim Garuda bertekad mematahkan tren negatif
tersebut dengan membawa pulang poin penting dari markas Socceroos dibawah
asuhan Patrick Kluivert.
Thom
Haye, gelandang Indonesia, menegaskan bahwa timnya tidak hanya menargetkan
hasil yang imbang, tetapi bertujuan untuk membawa pulang kemenangan. Sejak 17
Maret 2025 timnas Indonesia telah melakukan persiapan intensif di Sydney.
Selain pemain dari kompetisi domestik, sejumlah pemain yang berkarier di mancanegara
juga bergabung untuk memperkokoh komposisi tim.
Dalam
strateginya menghadapi Australia dan Bahrain, Kluivert memanggil 27 pemain ke
dalam skuad sementara. Dari 27 daftar tersebut, nama Septian Bagaskara menjadi
satu-satunya wajah baru yang terpilih dari Liga 1 Indonesia, setelah tampil memukau
dengan tujuh gol dan satu assist. Ia akan berkompetisi salam mendapatkan
posisinya dengan sejumlah striker andalan timnas yang telah berpengalaman sebelumnya.
Selain
itu, Kluivert juga memasukkan Ole Romeny, penyerang Oxford United yang baru
menyelesaikan proses naturalisasi. Total ada sembilan pemain dari Liga 1 yang
dipanggil, termasuk beberapa pemain senior seperti Ernando Ari, Nadeo
Argawinata, Rizky Ridho, dan Muhammad Ferrari. Sementara itu, Asnawi Mangkualam
harus absen dari daftar pemain kali ini.
Dalam
persiapan menghadapi dua laga kualifikasi ini, Indonesia juga diperkuat tiga
pemain naturalisasi baru, yaitu Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy.
Dari ketiganya, Emil Audero dipandang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi
pilihan utama di posisi penjaga gawang, dengan latar belakang pengalamannya di
kompetisi Italia.
Joey
Pelupessy, meskipun dengan latar belakang pengalamannya yang pernah berkarier
di Inggris dan Turki, masih harus membuktikan dirinya di lini tengah yang saat
ini dikuasai Thom Haye. Sementara itu, Dean James akan menjadi pelapis bagi
Calvin Verdonk, yang masih menjadi pilihan utama untuk menempati posisi bek
kiri.
Di
sisi lain, publik menyambut kedatangan Kluivert dengan cukup optimistis. Dari
hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas, 55,8 persen responden percayadiri
bahwa Kluivert mampu membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, angka
ini belum bisa melampaui tingkat kepercayaan publik terhadap Shin Tae-yong
sebelumnya.
Pada
survei yang dilakukan Oktober 2024, sebanyak 87,9 persen responden percaya
bahwa Shin Tae-yong bisa membawa Indonesia ke ajang bergengsi tersebut.
Perbedaan ini wajar mengingat Kluivert baru menjalani pertandingan perdananya
sebagai pelatih timnas Indonesia.
Masyarakat
masih memiliki antusiasme yang sangat tinggi terhadap tim nasional, terbukti
dari sambutan hangat yang diberikan kepada Kluivert dan tim di Bandara
Soekarno-Hatta saat mereka bertolak ke Australia. Hal yang sama terjadi ketika
mereka tiba di Sydney, di mana para pendukung Indonesia menunjukkan dukungan
penuh untuk perjuangan tim Garuda.
Dengan
persiapan yang sangat maksimal dan komposisi pemain yang semakin kompetitif,
Indonesia memiliki harapan baru untuk mengakhiri rekor buruk di Australia. Jika
mampu tampil solid dan memanfaatkan peluang dengan baik, bukan hal yang
mustahil tim Garuda dapat mencetak sejarah baru dalam perjalanan menuju Piala
Dunia 2026. (WA/ Ow)